Om Swastiastu,,

Makna Ogoh-Ogoh.

Makna Ogoh-Ogoh.

     Ogoh-ogoh adalah karya seni patung dalam kebudayaan Bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala. Dalam ajaran Hindu Dharma, Bhuta Kala merepresentasikan kekuatan (Bhu) alam semesta dan waktu (Kala) yang tak terukur dan tak terbantahkan. Ogoh-ogoh juda dapat diartikan sebagi sosok boneka raksasa yang menyeramkan sebagai simbol Bhuta Kala. Ogoh-ogoh dilakukan sehari sebelum Nyepi yakni saat Pengrupukan, pada petang harinya, dan diarak oleh masyarakat dari berbagai banjar dengan berkeliling kota maupun desa. Selanjutnya, ogoh-ogoh itu pun di bawah ke kuburan dan dibakar atau dilebur  dengan prosesi upacara khusus. Ogoh-ogoh itu adalah simbolisme, dengan dileburnya sifat-sifat raksasa yang disimbolkan dengan  pembakaran terhadap ogoh-ogoh itu, maka secara simbolis dunia telah dibersihkan. Ogoh-ogoh di sisi lain juga juga merupakan perwujudan dalam pemupukan jiwa seni dengan berbagi simbolis. Pada umumnya, ogoh-ogoh itu dicirikan sebagai Bhuta Kala.

     Dewasa ini perwujudan ogoh-ogoh mulai menyimpang dari prinsip dasar ogoh-ogoh. Misalkan, ada yang dibuat menyerupai orang-orang terkenal seperti para pemimpin dunia, artis atau tokoh agama bahkan penjahat. Terkait hal ini, ada pula yang berbau politik atau sara. Contohnya ogoh-ogoh menggambarkan seorang teroris. Seharusnya, ogoh-ogoh dibuat sesuai prinsip-prinsip dasarnya yaitu menyerupai Bhuta Kala. Walaupun diadakannya perlombaan-perlombaan, setidaknya wujud dari ogoh-ogoh tersebut menyerupai Bhuta Kala.

     Dilain tempat atau desa, ada juga yang tidak membuat ogoh-ogoh. Misalkan di Banjar Pande Besi Trotok, Desa Budakeling, Karangasem, menjelang Hari Raya Nyepi banjar tersebut tidak membuat ogoh-ogoh. Alasannya, ogoh-ogoh itu tidak diharuskan dan karena minimnya biaya. Dan mungkin di daerah-daerah lainnya di Indonesia juga seperti itu. Yang paling penting adalah keyakinan dan keimanan yang kuat untuk merayakan Hari Raya Nyepi itu dengan membersihkan diri dari segala sifat-sifat buruk yang melekat di diri kita sendiri. Dan merenungkan segala perbuatan baik maupun buruk di tahun sebelumnya dan memperbaikkinya di tahun yang baru.

     Jadi, dapat saya simpulkan bahwa ogoh-ogoh merupakan suatu simbolisme dalam wujud raksasa, melambangkan sifat-sifat buruk dalam diri manusia yang kemudian dimusnahkan (dibakar) untuk menghilangkan sifat-sifat buruk tersebut. Ogoh-ogoh juga tidak diharuskan. Yang terpenting adalah niat untuk menjalankan Hari Raya Nyepi. Dan saran saya adalah, mungkin pemerintah seharusnya membatasi adanya pawai ogoh-ogoh. Bukan berarti mentiadakannya karena ogoh-ogoh adalah karya seni. Tetapi jika dilihat pada zaman ini, pembuatan ogoh-ogoh mengeluarkan biaya yang sangat banyak. Kenapa uang-uang tersebut tidak disalurkan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan. Agar makna Hari Raya Nyepi bisa ditelaah oleh masyarakat. Mungkin setiap 5 tahun sekali baru diadakannya ogoh-ogoh. Dan semoga ogoh-ogoh bisa sesuai dengan prinsip-prinsip dasarnya yaitu beruwujud Bhuta Kala.

Om Santhi Santhi Santhi Om …